Minggu, 14 Februari 2010

2004 08 01 | Sebuah Quartet di Rumah Buku.

Share
Rumah Buku, Jl. Hegarmanah no. 52, Bandung.

Untuk pertama kalinya, sejak pertemuan Klab Jazz mingguan dimulai pada 9 Mei 2004, KlabJazz menyelenggarakan pertunjukan musik di luar tempat pertemuan. Menampilkan Sebuah Quartet; Krishnan Mohamad pada gitar akustik, Hery Wijaya pada bass acoustic, Adjierao pada perkusi dan Tatang pada gitar. Diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2004 di Rumah Buku, Jl. Hegarmanah. Kehadiran Klab Jazz merupakan jawaban atas undangan Klab Baca melalui Tarlen Handayani, sebagai bentuk partisipasi Klab Jazz (mewakili komunitas jazz) pada penyelenggaraan Book Day's Out, yang diselenggarakan oleh komunitas buku, dalam hal ini Klab Baca.

Upaya merealisir “Sebuah Quartet” di Rumah Buku.
Menjawab permintaan Tarlen dari Tobucil kepada KlabJazz untuk bisa menghadirkan akustik gitaris Krishnan Mohamad pada acara Book’s Days Out, Minggu, 1 Agustus 2004, KlabJazz (Niman dan Dewi Yunus) menghubungi Krishnan di kediamannya di Jl. Bukit Dago Utara, Senin 26 Juli 2004. Sambil menunjukan rancangan rencana program KlabJazz ke depan, KlabJazz memperoleh persetujuan Krishnan untuk tampil di acara ini. Hanya saja ia berharap ia tidak tampil sendiri. Seketika itu juga nama penabuh perkusi Adjierao muncul dalam benak kita semua. Adjierao, dalam sebuah pertemuan KlabJazz di CommonRoom sempat berduo dengan Krishnan. Sepertinya jalinan antara keduanya pun dengan mudah terbentuk. Jawaban “oke” pun langsung Klab Jazz terima dari Adjierao. Dengan harapan bisa membentuk sebuah kelompok yang lebih “lengkap”, Krishnan menghubungi akustik bassis Rudi Aru untuk turut bergabung, kesibukan Rudi menutup kemungkinan bagi Rudi untuk gabung. Sebagai gantinya, Krishnan memperoleh persetujuan akustik bassis lain bernama Hery Wijaya. Ternyata dalam beberapa kesempatan di café Atmosphere, Klab Jazz sempat juga menyaksikan Hery bermain bersama F.A.K.T.A (home band Café Atmosphere). Sementara itu dalam suatu kesempatan lain di café&resto JAMZ, di Jakarta tiga minggu sebelumnya, Selasa, 6 Juli 2004, saat Klab Jazz diundang saxoponis Arief Setiadi menyaksikan permainannya bersama grupnya Yance Manusama, Funky Thumbs, Klab Jazz diperkenalkan oleh keyboardist FT, Glen Dauna kepada seorang kawannya yang katanya juga berasal dari Bandung, yang bernama Tatang. Kang Tatang sempat bercerita bahwa ia di Bandung kerap bermain di Rumah Kopi, café mungil di kawasan Ranca Kendal, Bandung Utara. Klab Jazz sempat bertukar nomer HP dengannya, “just in case”. Dan ternyata dengan nomer itu Klab Jazz dapat mengontak kang Tatang dan minta kesediannya untuk bergabung.., dan Kang Tatang pun segera menyanggupinya. Kita semua merencanakan untuk bertemu pada klinik jazz mas Imam Pras di rumah kediaman Rudi Zulkarnaen. Di situlah untuk pertama kalinya kita berempat bertemu. Krishnan, Tatang dan Hery menggunakan kesempatan itu juga untuk berlatih bersama. Hadir saat itu; pianis Imam Pras dan Yahya, bassis Rudi Aru, drummer Ari Aru, dan Yudi, gitaris Rizki, biolis Amy, saxoponis Ria, seorang trompetis muda dan seorang gitaris muda lainnya, di samping Krishnan, Tatang dan Hery.

Hari Jum’at, 30 Juli 2004, di rumah kediaman sekaligus studio Hery, Krishnan, Tatang dan seorang pianis senior, kawan lama kang Tatang yang diajak serta untuk hadir bernama Iswandi mulai berlatih. Sementara Adjierao berhalangan dikarenakan kesibukannya mengajar. Klab Jazz hadir juga untuk memberi dukungan semangat (walau kemudian ternyata sepertinya tanpa dukungan pun mereka telah mampu memperlihatkan kemampuan kerjasamanya yang cukup baik). Beberapa karya standard mereka gunakan untuk latihan. Di antaranya Invitation, So What? (Miles Davis), The Girl from Ipanema (A.C. Jobim), Dark Eyes (Trad), I Remember You, Valentine, Mediterranean Sundance (Al Di Meola), Take 5 (Dave Brubeck), dll.

Sebenarnya Klab Jazz sudah memesan tempat di Common Room untuk latihan bersama terakhir untuk hari Sabtunya, namun karena umumnya mereka semua berhalangan, hanya Krishnan dan Adjierao yang menggunakan kesempatan terakhir untuk berlatih.

...................
Catatan 2010:
- Pertemuan dengan Arief Setiadi di Jamz tersebut di atas adalah dalam rangka meminta Arief untuk membantu usaha Klab Jazz untuk melobby Indra Lesmana Quartet (Arief Setiadi adalah salah seorang personilnya) untuk tampil di jazzsphere@artspace perdana di Selasar Sunaryo, Oktober tahun itu. Indra Lesmana Quartet urung, sebagai gantinya pada kesempatan di jazzsphere@artspace tahun 2004 itu tampil simakDialog.
- Saat itu penulisan nama Rudy Aru masih sering ditulis Rudi ..
- Klinik Jazz Imam Pras saat itu merupakan "happening" bagi kita yang meminati musik jazz, pemusik jazz muda pada khususnya.

:: Dwi Cahya Yuniman, 3 Agustus 2004.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails